Pegawai pensiunan PDAM Kabupaten Kupang berbulan-bulan tak mendapat dana pensiun. Penahanan dana pensiun ini terjadi lantaran pegawai tersebut melaporkan dugaan korupsi Polda NTT.

Dua pensiunan ini adalah Bonifasius Lutuedo dan Ismail Ganti. Keduanya pensiun pada 2020 lalu.

“Saya terima SK-nya bulan Juli tanggal 1 tahun 2020. Tidak dapat sama sekali. SK pensiun itu tanggal 1 Juli tahun 2020. Belum dapat sampai hari ini…”

Bonifasius Lutuedo, Pensiunan PDAM Kab. Kupang

Bonifasius yang pensiun sejak September 2020 menyatakan bahwa  perusahaan sempat berjanji membayar uang pensiunnya pada Maret 2021. Namun, menurutnya ada kejanggalan pada besaran uang pensiun yang dijanjikan perusahaan.

Perusahaan menggunakan penghasilan dana pensiun 2015. Padahal melihat tahun pensiun Bonifasius dan Ismail adalah 2020. Menurut aturan Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia, seharusnya acuan yang dipakai adalah besaran 2019, yakni Penghasilan Dasar Dana Pensiun (PhDP) setahun sebelum Bonifasius dan Ismail ditetapkan pensiun.

“Nah ini aturan apa yang mengatur tentang kita juga tidak tahu,” kata Bonifasius.

Sebelum pensiun pada 2020, keduanya sempat melaporkan dugaan korupsi di PDAM terkait kasus dugaan korupsi. Kabar yang mereka terima, mereka diminta mencabut laporan itu jika ingin dana pensiunnya cair. 

Bonifasius dan Ismail telah melaporkan permasalahan ini kepada kantor Dapenma Pamsi pusat.