Mediasi sengketa penyitaan rumah orang tua buruh PT. Smelting janggal. Aset rumah itu bukan atas nama buruh yang bersengketa, Kasman Danny. Pengacara beranggapan aset itu bukan objek sita karena di luar perkara.

Polemik sengketa penyitaan rumah orang tua buruh PT. Smelting terus berlanjut. Pada 18 Februari 2021 lalu, perkara Tjatjik Usman Effendy melawan PT Smelting memasuki proses sidang mediasi perkara rumah leluhur Tjatjik yang terancam disita karena dijadikan objek sita jaminan oleh PN Gresik. Sidang ini merupakan pertemuan mediasi kedua yang dilakukan di ruang mediasi Pengadilan Negeri Gresik, Jawa Timur. 

Tjatjik sendiri adalah ayah dari mantan buruh PT Smelting, Kasman Danny, merasa heran rumahnya menjadi objek sita. Hakim mediator justru membahas masalah di luar perkara. Yakni perkara anaknya yaitu Kasman Danny dengan PT Smelting.

“Hakim malah menanyai saya soal klausul perjanjian (dengan asuransi). Ini kan sidang mediasi soal keberatan antara orang tua saya kepada PT Smelting soal keberatan terhadap peletakan sita jaminan. Kok, malah saya disuruh menunjukkan klausul perjanjian?” Ucap Kasman Danny.

Sepanjang sidang hakim menanyakan asal-usul utang dan tidak membahas soal peletakan sita yang jadi permasalahan dalam sidang tersebut. Kasman tidak habis pikir dan mencoba untuk kembali meluruskan arah sidang mediasi. 

Namun, hakim tetap bersikeras kepada keputusannya. Ia meminta Kasman Danny membawa bukti klausul perjanjian ke sidang mediasi dua minggu lagi.

Kasman adalah salah seorang ex-karyawan PT Smelting yang ter-PHK dan digugat harus membayar utang kepada PT Smelting terkait asuransi dan peminjaman dana kredit rumah. Kasman memang kalah dan diputuskan untuk membayar ganti rugi kepada PT Smelting. Namun, rumah orang tuanya malah diputuskan oleh pengadilan sebagai objek sita aset untuk membayar hutangnya kepada PT Smelting.

Menurut kuasa hukum Tjatjik yakni Nafirdo Ricky. Hakim seharusnya tidak boleh menanyakan klausul perjanjian Kasman Danny dalam sidang mediasi. Menurutnya hal tersebut tidak sesuai dengan pembahasan sidang mediasi.

“Dalam proses mediasi itu yang jadi pembahasan justru soal permasalahan antara terlawan dengan turut terlawan yaitu PT Smelting antara pak Kasman. Padahal mediasi tersebut agenda pembahasanya adalah terkait kekeliruan dalam sita jaminan rumah pak Tjatjik yang diajukan oleh PT Smelting. Sehingga itu yang harusnya dibahas oleh hakim mediator,” ucap Nafirdo, saat diwawancarai via whatsapp.