Pemberitaan penanganan Covid-19 di Indonesia oleh pemerintah, nyaris seluruhnya dipandang pesimis oleh LaporCovid-19. Koalisi warga untuk pelaporan informasi Covid-19 ini justru mencatat pandemi tak terkontrol di negeri ini.

Salah satu bukti tak terkontrolnya pandemi itu ditunjukkan dengan kematian pasien saat mencari rumah sakit di Depok, Jawa Barat, pada Januari lalu. LaporCovid-19 merilis laporan pasien tersebut meninggal di dalam taksi setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan.

Pada Januari lalu, dilaporkan bahwa ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa-Bali sudah di angka antara 70 hingga 80 persen. Relawan Peneliti LaporCovid-19 Yemiko Happy menjelaskan laporan pasien yang kesulitan mendapat tempat perawatan sebenarnya bukan hal baru. Koalisi mendapatkan jumlah laporan signifikan pada  Desember 2020 – Februari 2021. 

“Ada 41 laporan, sejak akhir Desember sampai awal Februari, “ kata Yemiko kepada Hakasasi.id.

Dari total laporan itu,  empat pasien dikabarkan meninggal karena tidak dapat bed atau menunggu hasil swab pasien pada waktu itu faskes primer untuk menunggu dirujuk. Beberapa pasien yang sudah diterima rumah sakit, kata dia, harus menunggu hasil swab sehingga akhirnya meninggal. 

Yemiko menilai pemerintah harus menambah sarana dan prasarana kesehatan sementara tak lupa menambah tenaga kesehatan. 

“Penambahan sarana dan prasarana,  harus dibarengi penambahan sumber daya manusia yang ada di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Karena kalau tidak ada pada akhirnya akan jadi beban nakes,  karena menangani banyak pasien,” kata Yemiko.