(Sumber foto: jubi.co.id)

Insiden penembakan kembali menelan korban tiga warga, yakni Janius Bagau, Justinus Bagau, dan Soni Bagau. TNI menuding mereka adalah bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Namun pegiat HAM menduga insiden ini bagian dari cipta kondisi terkait penguasaan area yang memiliki potensi emas. 

Ketua Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya, Haris Azhar, menduga insiden ini  tak lepas dari kepentingan pengelolaan emas di Blok Wabu. Blok Wabu diketahui merupakan daerah dengan potensi sumber daya alam emas.  Blok ini merupakan bagian dari wilayah kontrak karya Freeport Indonesia pada 1991. Diperkirakan Blok ini menyimpan potensi 8,1 juta ons emas.

“Saya menduga adanya penciptaan kondisi konflik senjata di sana akibat kepentingan tambang emas.”

Haris Azhar, Ketua Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya/Direktur Lokataru

Blok Wabu. Konflik Intan Jaya (4) : Gunung Emas di Sugapa dan topografi konflik Papua (jubi.co.id)

Adapun sampai penyerahan kembali blok  tersebut kepada pemerintah Indonesia pada 2015, Freeport Indonesia belum pernah melakukan eksploitasi. Haris yang juga Pengacara Kantor hukum dan HAM Lokataru ini menuturkan aparat terus dikirimkan ke wilayah tersebut. 

“Aparat dikirim terus, bertambah. Sementara dialog damai tak didengar, “ kata Haris.

Adapun sampai penyerahan kembali blok  tersebut kepada pemerintah Indonesia pada 2015, Freeport Indonesia belum pernah melakukan eksploitasi. Haris yang juga Pengacara Kantor hukum dan HAM Lokataru ini menuturkan aparat terus dikirimkan ke wilayah tersebut. 

“Aparat dikirim terus, bertambah. Sementara dialog damai tak didengar, “ kata Haris.

Haris menuturkan pengerahan aparat memicu konflik. Akibatnya warga terpaksa mengungsi.

Padahal mereka mau kembali ke kampung untuk bercocok tanam, kata dia, cuma tidak digubris pemerintah.

Seperti diberitakan Jubi, Janius sebelumnya  sempat dilumpuhkan dan diperiksa terkait upaya penelusuran terhadap pembunuhan anggota Satgas Yonif R 400/BR, Prada Ginanjar Arianda. Adapun. Adapun Justinus dan Soni merupakan saudara Janius yang tengah dirawat di puskesmas.

Menurut Kapen Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa ketiganya tewas ditembak di puskesmas saat mencoba melakukan perlawanan kepada aparat. 

Tewasnya tiga warga Intan Jaya ini merupakan rentetan dari insiden kematian Satgas Yonif R 400/BR, Prada Ginanjar Arianda. Seperti diberitakan Tribunnews, Ginanjar diketahui tewas ditembak pada, Senin (15/2) setelah ditembak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Kampung Mamba, Distrik Sugapa. 

Rentetan Konflik

Berita BBC Indonesia (10/02/2021)

Sebelumnya, di distrik ini juga terjadi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Undius Kogoya. Akibatnya 600 warga mengungsi ke sebuah gereja di Gereja St Misael Bilogai. 

Kelompok Undius melakukan penyerangan dalam upaya mencari seorang warga bernama R yang diklaim sebagai mata-mata aparat. 

BBC Indonesia melaporkan serangan KKB di Intan Jaya ini merupakan bagian dari serangkaian konflik di Intan Jaya selama tiga tahun terakhir. 

Sejak awal 2021 setidaknya lima kali konflik antara aparat keamanan dengan KKB. Selama jangka waktu tersebut paling tidak menyebabkan kematian seorang warga, dua prajurit TNI, dan seorang anggota KKB.