Di tengah hantaman gelombang baru Covid-19, berbagai negara satu persatu mulai melaksanakan program vaksinasi untuk meredam pandemi Covid-19.  Namun, tiap negara memiliki kebijakan yang berbeda perihal siapa yang akan pertama kali menerima vaksin. 

Diketahui bahwa kelompok paling rentan terpapar dengan tingkat kematian tinggi ada pada kelompok usia lansia dan pengidap komorbid. Sebab itu, WHO dalam rekomendasinya mengatakan bahwa lansia masuk dalam prioritas pertama sebagai penerima vaksin dengan prioritas A1 (mengurangi kematian dan beban penyakit akibat pandemi) dan C1 (prioritas vaksin mempertimbangkan kerentanan, risiko, dan kebutuhan kelompok karena pertimbangan dampak yang lebih besar).

Sejauh ini, vaksin yang telah terbukti terbukti aman lewat uji klinis pada lansia adalah Pfizer-BioNTech dan Moderna dengan efikasi di atas 90 persen. Selain itu, vaksin Astrazeneca temuan dari Oxford juga dijamin aman digunakan pada lansia

Akhir tahun lalu, Amerika Serikat dan Inggris telah memulai program vaksinasi. Lansia bersama tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin. Dengan menyasar kelompok rentan, diharapkan hal tersebut dapat signifikan mengurangi jumlah kematian dan pasien rawat inap akibat Covid-19.

Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat membagi proses vaksinasi dalam beberapa tahap. Tahap pertama i dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama (1a) mencakup  tenaga kesehatan, perawat serta penghuni dan staf panti werdha. 

Fase kedua (1b) memprioritaskan lansia di atas usia 75 tahun dan pekerja esensial seperti polisi, pemadam kebakaran, manufaktur, pendidikan, makanan, agrikultur, layanan pengiriman, transportasi umum, dan toko grosir. 

Vaksinasi fase terakhir di tahap pertama (1c) dilakukan pada kelompok usia 65-74 tahun, usia 16-74 yang memiliki kondisi medis berisiko tinggi/ komorbid, serta pekerja esensial lain seperti konstruktor, keuangan, dan lain-lain. Adapun vaksin yang digunakan untuk ketiga fase ini adalah Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Margaret Keenan sesaat setelah menerima suntikan vaksin pertama di Inggris . Jacob King/ Pool via REUTERS

Di Inggris, Margaret Keenan, perempuan berusia 90 tahun, menjadi penerima suntikan vaksin Pfizer-BioNTech pertama pada awal Desember lalu. Merujuk pada rekomendasi Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI), lansia dan para pekerja di panti werdha ditempatkan pada urutan teratas daftar prioritas, disusul orang di atas 80 tahun serta tenaga kesehatan dan perawatan sosial. Sama seperti di Amerika Serikat, usia 16-64 dengan penyakit penyerta pun menjadi prioritas di Inggris. Inggris memilih menggunakan Pfizer BioNtech dan AstraZeneca.

Negara lain yang juga memprioritaskan lansia dalam program vaksinasi massalnya adalah Jepang dan Jerman. Jerman menjadikan panti werdha menjadi sasaran utama vaksinasi yang akan dilakukan dengan vaksin Pfizer-BioNTech. Sementara, Jepang mengeluarkan rekomendasi vaksinasi yang mencakup 36 juta orang lanjut usia dan 8,2 juta orang dengan kondisi medis pada kelompok pertama yang menerima suntikan vaksin. Tak tanggung-tanggung, Jepang memborong 290 juta dosis vaksin virus corona dari Pfizer Inc, AstraZeneca Plc dan Moderna Inc.

Dhemas Reviyanto/ ANTARA FOTO.

Di kala negara-negara lain menjadikan kaum sepuh sebagai target utama vaksinasi, lansia di Indonesia mesti antri di belakang anak-cucu mereka yang berusia produktif untuk mendapatkan vaksin sambil harap-harap cemas. Pemerintah kadung mendatangkan vaksin Sinovac yang masih diragukan kemanjurannya bagi lansia. 

Pemerintah juga masih menunggu hasil uji klinis tahap tiga di Brasil sebelum memutuskan apakah vaksin tersebut layak atau tidak diberikan secara massal pada lansia.