Sejumlah sirkuit penyelenggara seri MotoGP menyatakan tidak akan menggelar balapan tahun ini. Sachsenring (Jerman), KymiRing (Finlandia), serta Brno (Republik Ceko) yang dijadwalkan pada pertengahan tahun (Juni – Juli) dinyatakan batal akibat pandemi.

Kondisi ini dinilai memunculkan peluang bagi ITDC, selaku pengelola KEK Mandalika, untuk mempercepat pengerjaan sirkuit yang kabarnya rampung pada 2021. 

Mandalika GP sendiri sudah masuk di dalam daftar ‘sirkuit cadangan’ dalam seri GP 2021, dan statusnya hari ini masih menunggu proses homologasi atau persetujuan dari FIM, badan resmi dunia untuk balapan kendaraan bermotor. 

Namun alasan penundaan atau pembatalan sirkuit-sirkuit lain cukup beralasan. Dengan anggaran keuangan yang terbatas untuk pengeluaran selain belanja kesehatan selama pandemi, pembatasan jumlah kunjungan serta biaya registrasi balapan yang mahal, jelas penyelenggaraan balapan tidak mendatangkan arus uang yang signifikan.

Seperti dilansir Brno Daily (12/12/2020), dibutuhkan sekitar 9 juta euro atau 154 miliar rupiah (dengan kurs: 17,150) dengan perincian tiga juta untuk peremajaan sirkuit dan enam juta yang disetor kepada Dorna Sport sebagai pemegang lisensi agar penyelenggara bisa menjual tiket dan produk – produk lainnya.

Biaya ini dinilai memberatkan pemerintah kota Brno selaku penyelenggara, seperti diutarakan oleh kepala daerah Moravia Selatan, Jan Grolich – tempat sirkuit Brno berada:

Hampir semua orang takut untuk mengatakannya sepanjang lima tahun ini. Menurut saya ini saatnya: MotoGP tidak akan diselenggarakan tahun depan. Kita tidak punya cukup uang untuk itu.  

Sirkuit Mandalika sendiri juga belum bisa dikatakan siap untuk jadi tuan rumah balapan yang seharusnya dijadwalkan pada paruh kedua bulan Juli 2021. Di tengah serangkaian masalah; dari mulai sengketa lahan yang masih butuh perhatian pemerintah, infrastruktur utama dan penunjang yang masih belum rampung, tingkat risiko penyebaran corona di Lombok Tengah yang masih kuning, serta potensi kebencanaan yang begitu tinggi, sudah seharusnya pemerintah pusat menimbang ulang pelaksanaan MotoGP di Mandalika.