Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) yang juga istri Walikota Manado, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene tengah jadi sorotan dunia pendidikan. Ijazah Doktor (S3) Luar Negeri dan kenaikan jabatan fungsional Julyeta dari dosen menjadi guru besar dituding bermasalah. Borok Julyeta dibongkar oleh Ketua LSM Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI), Fredy John Rumengan, dan dosen Unima, Devie Roni Siwij. Naas, nasib keduanya berujung di bui.

Pada 19 Agustus 2016, Fredy dan Devie melaporkan dugaan maladministrasi ijazah doktor (S3) Julyeta ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Dari laporan itu, ORI mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Rekomendasi Nomor 0001/REK/0834.2016/V/2018 tentang Maladministrasi dalam penyetaraan Ijazah Dokter (S3) Luar Negeri dan kenaikan jabatan fungsional dari dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Ombudsman RI juga sudah mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Rekomendasi sesuai Pasal 37 Undang-Undang No 37 tahun 2008 Ombudsman RI, dimana telah ditemukan maladministrasi yang dilakukan oleh Kemenristekdikti dan Kemendikbud terhadap proses penyetaraan Ijazah rektor tersebut,” kata Asisten Advokat Lokataru, Markus Hadi selaku kuasa hukum Fredy John Rumengan dan Devi Roni Siwij.

Markus juga menegaskan kepada Kemendikbud untuk segera melaksanakan dan menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman. “Maka sesuai Undang-Undang No 37 tahun 2008, rekomendasi merupakan kesimpulan, pendapat, dan saran yang disusun berdasarkan hasil investigasi Ombudsman, kepada atasan terlapor untuk dilaksanakan dan/atau ditindaklanjuti dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang baik,” tegas Markus.

Devi juga sebelumnya pernah melaporkan Julyeta atas dugaan Tindak Pidana Pendidikan berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 68 ayat 2 dan 4 Jo Pasal 266 KUHP ke Polda Sulawesi Utara pada 8 Juli 2019 lalu. Namun hingga kini belum ada perkembangan dari laporan tersebut.

 

Kriminalisasi Whistleblower

Atas peran keduanya dalam mengungkap dugaan maladministrasi tersebut, keduanya dilaporkan Julyeta atas tuduhan tindak pidana pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya pada 24 September 2019. Tidak lama berselang, Fredy ditahan pada 5 Februari 2020. Devie menyusul ditahan pada tanggal 16 Februari 2020.

“Mempidanakan Fredy Jhon Rumengan dan Devi Roni Siwij atas tindakan keduanya yang melaporkan dugaan maladministrasi terkait Ijazah Doktor Rektor Universitas di Manado ke Ombudsman RI adalah cara untuk membungkam kebenaran,” kata Markus Hadi.

Hal senada diungkapkan Threesje Muntuan, istri Fredy. Ia menilai pernyataan kepolisian telah menutup-nutupi fakta kasus itu. Sebab telah mengabaikan keberadaan rekomendasi Ombudsman RI tentang maladministrasi Kemenristekdikti dalam penyetaraan ijazah doktor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional Julyeta.

“Saya yakin suami saya dikriminalisasi dan pihak polisi seharusnya menangkap terlebih dahulu seluruh pimpinan Ombudsman RI yang mengeluarkan rekomendasi soal ijazah Rektor Unima yang dianggap bermasalah,” kata Threesje seperti dikutip dari Merdeka.com

13 Agustus kemarin, Lokataru menghadiri sidang lanjutan pemidanaan Fredy dan Devie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Pelan tapi pasti, kesaksian para saksi yang dihadirkan JPU di persidangan bukan semakin memberatkan terdakwa, tetapi malah membuktikan adanya rekayasa dalam perkara ini,” tutur Markus.