Wabah COVID-19 telah membuat tempat kerja menjadi salah satu lokasi yang rawan terjadi penularan. Hal ini membuat pemerintah memutar otak agar ekonomi tetap berjalan meski di tengah pandemi. Salah satunya dengan merilis protokol kesehatan. 

Menurut Surat Edaran Kementerian Kesehatan yang membahas tentang protokol pencegahan COVID-19 tempat kerja di sektor jasa dan perdagangan, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan saat seseorang hendak membuka kegiatan usaha. Diantaranya menyiapkan Alat Perlindungan Diri (APD) berupa hand sanitizer atau tempat cuci tangan, masker, sarung tangan, pelindung wajah, dan perlengkapan lain seperti partisi pembatas, semprotan disinfektan dan sebagainya.

contoh protokol kesehatan di pabrik Golden Garments Indonesia (dokumentasi: FSB kamiparho KSBSI)

contoh protokol kesehatan di pabrik Golden Garments Indonesia (dokumentasi: FSB Kamiparho KSBSI)

Selain itu, badan usaha yang ingin melanjutkan kegiatan usahanya juga harus meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan kepada pekerjanya seperti melakukan pengecekan suhu tubuh rutin, menyediakan klinik internal komplit dengan dokter dan perawat, serta menyediakan ruang karantina sementara. Ini bukan berarti permasalahan pandemi di tempat kerja telah usai. Karena protokol kesehatan yang berlaku sekarang ini masih hanya mencakup tempat kerja sektor perdagangan dan jasa saja. Belum ada protokol spesifik yang membahas perlindungan pekerja di pabrik.

Berdasarkan indikator tersebut, Gajimu.com telah mensurvei pabrik-pabrik mana saja yang telah melakukan persiapan protokol kesehatan dan apa saja jenis fasilitas atau APD yang sudah disediakan oleh perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa pabrik yang sudah memiliki ketersediaan fasilitas dan APD yang lengkap untuk pekerjanya:

  • Duta Abadi Primantara
  • Eagle Glove Indonesia
  • Indo Taichen Textile Industry
  • Mulia Cemerlang Abadi Multi Industry – Tangerang
  • OST Fibre industry
  • Parkland World Indonesia 2 – Lanud Gorda, Serang
  • Victory Ching Luh Indonesia
  • Willbes Global

Usaha pengusaha-pengusaha yang mengolah pabrik ini perlu diapresiasi karena telah peduli dengan keselamatan para pekerjanya di tengah pandemi.

Pasalnya, dibandingkan negara lain, protokol kesehatan di Indonesia masih belum beroperasi dengan maksimal. Apalagi jika mengingat pabrik-pabrik besar yang menerapkan protokol kesehatan masih menjadi sumber penyebaran virus COVID-19. Seperti contohnya pada munculnya klaster penularan COVID baru di pabrik LG, Suzuki dan Unilever. Dimana dari contoh-contoh tersebut dapat dikatakan bahwa seluruh jenis pabrik masih rawan menjadi sumber munculnya klaster-klaster baru meski sudah mengadakan protokol kesehatan dengan baik.

Pemerintah juga belum mengeluarkan kriteria-kriteria jelas mengenai kriteria APD seperti bagaimana yang aman digunakan dalam lingkungan kerja. Misalnya saja masker seperti apa yang aman digunakan untuk melindungi diri di pabrik. Karena, pada kenyataannya tidak semua masker dapat mencegah penyebaran COVID-19.

Jadi pemerintah jangan asal kampanye-kampanye disiplin aja, kalau ternyata emang protokol kesehatannya gak efektif.