Nasib pertandingan olahraga profesional di seluruh dunia beberapa bulan terakhir mati suri akibat dihantam virus corona. Bagaimana tidak, anjuran physical distancing dan “di rumah saja” bikin sederet event olahraga bergengsi tahun ini ditunda. Hanya beberapa negara yang mulai pulih saja yang percaya diri untuk membuka kembali event olahraga profesional tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan bagi semua pihak yang terlibat dalam sebuah pertandingan.

FC Seoul di Korea Selatan, misalnya, pede menaruh beberapa manekin yang sekilas mirip boneka seks di bangku tribun guna menghadirkan atmosfer penonton. Trik ini memang punya motif terselubung, yaitu promosi situs konten dewasa. Lalu FC Midtjylland di Denmark yang memakai konsep drive – in movie dengan layar raksasa di luar stadion MCH dan 2.000 hingga 12.000 spot parkir untuk para fans sepakbola supaya tetap bisa nobar dari dalam mobil masing – masing. 

Inovasi new normal di atas memang ditempuh oleh sebagian klub – klub sepakbola saat ini. Selain menciptakan keberlangsungan liga di level nasional, hal tersebut juga menjadi alternatif untuk menambal pendapatan manajemen klub yang hampa dari sumber penjualan tiket laga kandang karena sepinya pertandingan. Sebagaimana lazimnya pendapatan klub sepakbola, matchday adalah salah satu komponen pemasukan terbesar selain commercial dan broadcast

Sementara dari Bandung, klub sepakbola Persib masih merancang siasat untuk menstabilkan keuangannya sambil menanti Liga 1 yang kabarnya akan digelar pada bulan Oktober mendatang di Yogyakarta tanpa format penonton. Kompetisi yang terpusat bagi tim – tim di Jawa ini juga terbilang berat lantaran setiap personel yang akan turun wajib dilakukan tes swap yang biayanya juga tidak murah. 

Kemudian cabor (cabang olahraga) lainnya di Indonesia, saat ini belum banyak terdengar kabar akan bergulir, baik untuk kegiatan pemusatan latihan (training center/TC) maupun kompetisi. 

Sejak 11 Juni lalu pemerintah memang telah menerbitkan protokol kesehatan dalam memulai kembali kegiatan olahraga nasional di new normal, namun aturan ini belum memberikan gambaran pasti kapan laga olahraga profesional dalam negeri dapat dibuka kembali sembari menjamin keamanan acara, kesehatan para atlet, staf tim dan official pertandingan. Selain itu, waktu mulai berlatih atlet serta penentuan pembatasan anggota saat latihan dikembalikan ke keputusan organisasi cabang olahraga masing-masing. Lantas, bagaimana Kemenpora dapat mengawasi dan menindak kegiatan latihan yang tidak patuh protokol kesehatan? Tidak jelas.

Federasi olahraga masih menunggu hasil koordinasi antar pemerintah sehubungan izin pembukaan kembali industri event olahraga. Hal ini mengingat angka kasus positif yang terus bertambah sehingga mempengaruhi klub maupun organisasi olahraga untuk sementara tidak gegabah mendorong para atlet profesional kembali ke lapangan outdoor

Akhirnya, sebagian besar atlet nasional terpaksa harus mengasah skill di rumah atau di asrama melalui daring dengan mengikuti instruksi langsung dari pelatih. Yah, kurang lebih jadi mirip anak-anak sekolah yang sedang mengikuti pelajaran penjaskes jarak jauh.